Tiga jenis daya dalam satu kalimat
- kW (daya aktif): daya yang benar-benar menjadi kerja, misalnya memutar motor.
- kVAR (daya reaktif): daya yang dibutuhkan motor dan trafo untuk membentuk medan magnet. Tidak menjadi kerja, tetapi tanpa itu motor tidak berputar.
- kVA (daya semu): gabungan keduanya, yaitu beban total yang harus disalurkan kabel dan trafo.
Cos φ (faktor daya) adalah perbandingan kW terhadap kVA. Angka 1 berarti seluruh daya yang mengalir menjadi kerja. Angka 0,75 berarti seperempat kapasitas kabel dan trafo terpakai hanya untuk daya reaktif.
Kenapa cos φ pabrik rendah?
- Motor induksi, terutama yang sering berjalan dengan beban ringan.
- Trafo yang berbeban rendah.
- Mesin las dan lampu pelepasan dengan balast magnetik.
Akibat cos φ rendah
- Biaya kVARh dari PLN. Pelanggan golongan tertentu dikenai biaya kelebihan pemakaian daya reaktif bila kVARh bulanan melebihi sekitar 0,62 kali kWh, yang setara dengan cos φ sekitar 0,85. Ketentuan pastinya mengikuti tarif untuk golongan Anda; periksa di tagihan.
- Arus lebih besar untuk kerja yang sama. Kabel dan trafo lebih panas, rugi daya naik, dan kapasitas yang sebenarnya masih longgar terasa penuh.
- Tegangan turun di ujung jaringan yang panjang.
Cara menghitung kapasitas kapasitor bank
Rumus dasarnya:
kVAR = kW × (tan φ awal − tan φ target)
| cos φ | tan φ |
|---|---|
| 0,70 | 1,020 |
| 0,75 | 0,882 |
| 0,80 | 0,750 |
| 0,85 | 0,620 |
| 0,90 | 0,484 |
| 0,95 | 0,329 |
| 0,98 | 0,203 |
Contoh hitungan
Sebuah pabrik berbeban 200 kW dengan cos φ 0,75, ingin naik ke 0,95:
- kVAR = 200 × (0,882 − 0,329) = sekitar 111 kVAR. Dalam praktik dibulatkan ke susunan step yang tersedia, misalnya 120 kVAR.
- Daya semu sebelum: 200 ÷ 0,75 = 266,7 kVA. Sesudah: 200 ÷ 0,95 = 210,5 kVA.
- Artinya arus dari PLN turun sekitar 21 persen untuk kerja yang sama.
Anda bisa mencobanya dengan angka sendiri di kalkulator listrik.
Kapasitor tetap atau otomatis?
Kapasitor tetap selalu tersambung. Cocok untuk beban yang stabil, tetapi bisa berlebihan saat beban turun. Panel kapasitor otomatis (APFC) memakai regulator yang membaca cos φ, lalu menyambungkan atau melepas kapasitor per step lewat kontaktor. Pabrik dengan beban berubah-ubah umumnya memakai yang otomatis.
Isi panel kapasitor bank
- Kapasitor tiga fasa yang disusun dalam beberapa step.
- Kontaktor khusus kapasitor, yang tahan lonjakan arus saat kapasitor tersambung.
- Pengaman: MCCB dan fuse untuk tiap bagian.
- Regulator (power factor controller) dan trafo arus pembaca beban.
- Reaktor detuned bila ada harmonisa (lihat di bawah).
Waspadai harmonisa
Inverter, UPS, dan beban elektronik berdaya besar menimbulkan harmonisa. Kapasitor biasa dapat beresonansi dengan jaringan pada frekuensi harmonisa, lalu panas berlebih dan rusak. Pada instalasi seperti itu dipakai kapasitor yang dipasangi reaktor detuned, dan sebaiknya harmonisa diukur dulu dengan power analyzer sebelum merancang panel.
Jangan berlebihan
Kompensasi yang terlalu besar membuat faktor daya berbalik (leading) dan tegangan naik. Regulator diatur pada target tertentu, misalnya 0,95, supaya hal itu tidak terjadi.
Data yang perlu disiapkan
- Tagihan PLN tiga bulan terakhir (kWh, kVARh, dan cos φ bila tercantum).
- Kapasitas trafo atau daya terpasang.
- Ada tidaknya inverter, UPS, atau beban elektronik besar.
- Foto panel utama dan ruang tempat panel kapasitor akan diletakkan.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa cos φ yang sebaiknya dicapai?
Apakah kapasitor bank menurunkan kWh?
Perlu reaktor detuned atau tidak?
Siapa yang membuat panel kapasitor bank di Semarang?
Baca juga
Punya single line diagram, daftar barang, atau pertanyaan teknis? Kirim lewat WhatsApp, tim kami balas dengan jawaban atau penawaran resmi.
Tanya Tim Teknik